Rutinitas Urban yang Padat
Dari membalas email di meja kerja, menghadiri rentetan rapat virtual di kamar saat WFH, hingga lamanya durasi perjalanan (commuting) memakan banyak porsi waktu kita di mana tubuh dipaksa diam. Memutus siklus statis ini dengan aktivitas kecil adalah esensi dari jeda aktif.
Berdiri Beberapa Menit
Ritual sederhana. Saat Anda merasa pikiran mulai buntu atau leher terasa kaku, berdirilah. Lakukan ini setidaknya setiap satu atau dua jam sekali.
Berjalan Singkat di Ruangan
Bila memungkinkan, berjalanlah mengambil air putih ke pantri atau ke dapur. Aktivitas berjalan ringan memompa sirkulasi darah yang melambat akibat terlalu lama duduk.
Peregangan yang Mengalir
Tidak perlu gerakan senam yang rumit. Mengangkat tangan, meregangkan punggung ke belakang, atau memutar bahu secara rileks sudah cukup memberi sensasi lega.
Jeda Visual (Layar)
Mata yang lelah juga memengaruhi postur. Alihkan pandangan dari monitor laptop Anda, tatap benda atau pemandangan hijau di kejauhan dari balik jendela.
Mengatur Jeda Nyata
Istirahat makan siang haruslah menjadi jeda yang nyata. Tinggalkan meja kerja Anda, nikmati makanan Anda tanpa disambi membalas pekerjaan.